ANTOLOGI PUISI MARIA ANGGELIMAN

1
46
Foto: Maria Anggeliman/Dokumentasi Pribadi

1. MARI BERDIRI MENITI

Lantas pundak pecah
Terjang, menusuk-nusuk ke ujung bumi
Mencari data-data kehidupan
Menemui jejak-jejak pengetahuan

Dalam hati, kita hendak kembali bangkit
Namun, pengetahuan semakin menua
Tak tahu apalah sebabnya
Tak tahu apalah yang terjadi

Lara yang mengenyam di dalam diri
Semakin berapi-api membantai mimpi
Lalu, kita berdiri, semakin tertati
Mengendap, dibawah akar orang-orang mati

Harapan kita lumpuh sejenak
Hingga, hilang jejak dan berpikir
Kemana lagi kita hendak pergi?
Kemanakah lagi prestasi berlari?
Dan, ke mana lagi untuk kita mencari manusia berarti?

Marilah berdiri!
Kembali menata diri
Pulihkan segala mimpi yang pernah lumpuh
Hentikan segala tangisan yang pernah terisak
Jatuh, hanyalah jeda
Bukan berhenti mengejar mimpi!

Jangan, terobsesi dengan kegagalan yang datang
Setiap tantangan, hendak ditantang
Tantangan, hanyalah perangsang
Untuk bangkit membludak jiwa di masa mendatang

Hendaklah berdiri kawan!
Piagam sesungguhnya sedang menunggumu di garis terdepan
Kau, segera bangkit
Mari, kita bangkit
Dan meniti kembali, segala mimpi yang pernah terpatri

(Puisi ini pernah mendapat Juara Pertama untuk mata perlombaan Cipta dan Baca Puisi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Manggarai Timur dalam rangka Hari Pendidikan Nasional pada tahun 2023)

2. DIA ITU SIAPA BAGIKU?

Dia adalah pagi yang menenangkan
Yang menyapaku dengan sinar lembutnya
Juga membawa harapan dalam setiap embusan angin
Datang menyiram jiwaku dengan kehangatan yang tak terlihat itu

Dia adalah senja
Yang kupeluk diam dalam sunyinya dunia
Meredakan letih dalam warna yang jingga
Mengajakku bercengkerama dengan sunyinya malam
Menjadi tempatku berlabuh setelah hari yang panjang

Dia adalah hujan yang kutunggu
Walau kadang deras, kadang gerimis pelan
Namun selalu membawa kesejukan
Menumbuhkan bunga-bunga di hati yang hampir layu

Dia Itu Siapa Bagiku?
Dia adalah kisah yang ku tulis tanpa akhir
Yang namanya ku sematkan di tiap bait puisi
Yang hadirnya cukup membuatku percaya
Bahwa cinta bisa sesederhana bahagia

3. SEKILAS TERBAYANG SEBUAH NAMA

Seperti air, mengalir pelan dalam ingatan
Seperti ombak kecil di tepian senja
Yang menghadirkan rindu tanpa permisi

Nama itu pernah menjadi cahaya, terang benderang
Menyinari di jalan-jalan yang kelam dan sepi
Namun waktu begitu tega
Membiarkan jarak merenggut mimpi itu

Kadang ia hadir dalam sunyi
Menyelinap di sela-sela doa
Meski tak lagi tergapai jemari
Hati ku masih mengingatnya

Dan sekilas terbayang sebuah nama
Entah angin yang membisikkan
Atau hati yang enggan lupa
Tentang rasa yang pernah ada

4. MEREKA ITU PRESTASI, TALENTA ADALAH INSPIRASI

Sejuta makna seribu untung
Merangkak seakan menerjang
Serempak tekad kian menjulang
Berjejak penuh dengan peluang

Aku ingin duniaku maju
Pasti kau juga sama, bukan?
Mari bangun inspirasi yang mutu
Agar tercapai harapan

Ayolah para pemuda
Singsingkan lengan bajumu
Serempaklah maju mudi tanpa tanda ragu
Kita punya hak untuk semua mimpi itu
Maju terus jangan malu

Kemerdekaan adalah kita
Kunci dari prestasi
Terbuka akan talenta
Bukti cermin diri yang menginspirasi

Darahku mulai mengalir
Apakah kamu juga sama?
Ayo kejar mimpi dengan belajar
Kamu!! Ya Kamu!
Kita pasti taklukan dunia

Maria Anggeliman adalah Calon Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ Yogyakarta