Oleh:
Syaiful Ahmad*
Aku menulis ini dengan resah
Melihat raga yang tak berdaya
Sejak meninggalnya jiwa
Sedang kau yang dinanti, tiada pasti
Di sini ada cinta, keyakinan, juga keraguan
Lalu aku harus bagaimana ?
Entahlah
Mungkin bagimu
Rasa ini hanyalah sekadar basa-basi
Namun bagiku
Ada rasa yang tak biasa karenamu
Untukmu
Aku akan selalu tersenyum
Meskipun kau tak mampu menangkap rahasia di balik senyuman itu
Ah sudalah, biarkan saja
Sebab senyumku adalah rahasia kasih
Yang tulus kupersembahkan untukmu
Itu pun kalau kau mengerti
Karena ini tentang lintasan semesta perasaan.
Syaiful Ahmad adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ Yogyakarta.

































