PUISI: Konglomerat

0
40
Foto ilustrasi/Stockcake

Oleh:

Joserizal A.H. Titit

Terbitnya matahari

Terpancar kilauan cahaya

Dilirik para berdasi

Sesuai ambisi kuasa

Tertata rapi lembaran putih

Pertanda tinta pena mulai berlomba

Terdengar banyak suara

Unjuk nama anak adat

Satu kata representasi rakyat

Eh ternyata representasi pena mandat

Rakyat sibuk bertengkar

Mereka malah asyik mendengar

Rakyat sibuk menentukan

Mereka asyik bagi-bagi piring makan

Oh sulit!

Tanah adat, dijadikan mandat oleh anak adat

Jual tanah, membeli kursi

Tanah adat habis dieksekusi

Ah sedih!

Di mana perwakilan rakyat

Yang awal katanya anak adat

Eh salah!

Mereka adalah mandat

Para penikmat

Kesengsaraan rakyat

Konglomerat

Joserizal A.H. Titit merupakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ Yogyakarta