Oleh:
Joserizal A.H. Titit
Terbitnya matahari
Terpancar kilauan cahaya
Dilirik para berdasi
Sesuai ambisi kuasa
Tertata rapi lembaran putih
Pertanda tinta pena mulai berlomba
Terdengar banyak suara
Unjuk nama anak adat
Satu kata representasi rakyat
Eh ternyata representasi pena mandat
Rakyat sibuk bertengkar
Mereka malah asyik mendengar
Rakyat sibuk menentukan
Mereka asyik bagi-bagi piring makan
Oh sulit!
Tanah adat, dijadikan mandat oleh anak adat
Jual tanah, membeli kursi
Tanah adat habis dieksekusi
Ah sedih!
Di mana perwakilan rakyat
Yang awal katanya anak adat
Eh salah!
Mereka adalah mandat
Para penikmat
Kesengsaraan rakyat
Konglomerat
Joserizal A.H. Titit merupakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ Yogyakarta


































