
TEROPONG—Teori dan praktik bukanlah dua entitas yang terpisah. Ibarat dua sisi pada mata uang, antara teori dan praktik tidak dapat dilepas-pisahkan.
Teori menuntun praktik dengan kerangka konseptual untuk memahami fenomena yang sedang dipelajari dan realitas yang dihadapi.
Sebaliknya praktik menjadi medan pengujian untuk melakukan verifikasi apakah suatu teori bisa diaplikasikan dalam dunia empiris atau tidak.
Dengan adanya praktik, dapat diketahui kelebihan sekaligus kekurangan teori tertentu. Selain itu, praktik juga menjadi dasar dalam pembentukan teori.
Kelemahan teori sebelumnya bisa direvisi dan diperbaiki, begitu pun seterusnya. Dengan demikian, teori selalu berkembang dari waktu ke waktu.
Antara teori dan praktik saling terkait, berada dalam satu tarikan nafas.
Untuk menyeimbangkan teori dan praktik, Yasinta Nurhayati Sonya, mahasiswa Semester 6 Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta melakukan magang di PT Asuransi Umum Bumida Cabang Yogyakarta.
PT Asuransi Umum Bumida merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa asuransi terkemuka di Indonesia dengan berbagai produk perlindungan yang ditawarkan kepada nasabahnya.
Oyak, sapaannya, menjalani magang di perusahaan yang berlokasi di Jalan Kol. Sugiyono Nomor 69, Yogyakarta ini selama 1 bulan 2 minggu, terhitung sejak 20 Januari hingga 7 Maret 2025.
Dengan menjalani program magang tersebut, ia berupaya mengaplikasikan teori yang sudah didapatnya di ruang kelas.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa asal Desa Urung Dora, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan tim di perusahaan.
Selain itu, ia juga diperkenalkan dengan sistem operasional perusahaan serta menyelesaikan berbagai tugas administratif yang diberikan, termasuk pencatatan keuangan, pengarsipan dokumen, dan pengelolaan polis asuransi.
“Selama magang, saya menjalankan berbagai tugas administratif seperti pencatatan kas bank, pengelolaan dokumen polis, serta pemrosesan bea materai,” katanya dalam laporan tertulis yang diterima TEROPONG via WhatsApp pada Kamis, (27/03).
“Saya juga membantu mengarsipkan laporan keuangan, menyusun dokumen klaim, dan memastikan seluruh dokumen administrasi tersusun dengan rapi dan sistematis,” tambahnya.
Menurutnya, magang di PT Asuransi Bumida memberikan banyak pelajaran berharga, terutama mengenai pentingnya ketelitian dalam pekerjaan administratif dan pengelolaan data keuangan.
Magang di PT Asuransi Bumida, lanjut dia, juga membuka wawasan baru mengenai ‘pentingnya sistem administrasi yang baik dalam industri keuangan’ serta ‘bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi kerja dalam jangka panjang’.
“Saya juga belajar bagaimana mengelola waktu dan bekerja secara tim dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan,” ungkapnya.
Oyak merekomendasikan, agar mahasiswa yang akan mengikuti magang di industri asuransi sebaiknya ‘mempersiapkan diri dengan memahami dasar-dasar asuransi serta memiliki keterampilan dasar dalam pengolahan data menggunakan Microsoft Excel.
Selama menjalani magang, ia dibimbing Fadillah Rakhman dari pihak perusahaan, serta Alfiatul Maulida, selaku dosen pembimbing.
Selain itu, karyawan PT Asuransi Bumida pun turut memberikan arahan dan dukungan dalam berbagai tugas yang diberikan.
Program magang ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami dunia kerja dan tantangan yang ada di industri asuransi.
Magang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada mahasiswa mengenai dunia kerja di industri asuransi sehingga dapat lebih siap menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studi mereka.





























