
Regenerasi dalam tubuh organisasi menjadi sangat penting, agar sebuah organisasi tetap eksis. Tanpa ada regenerasi, organisasi akan mati.
Sebaik apapun visi-misi organisasi dan nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar terbentuknya organisasi, jika tidak ada keberlanjutan, maka organisasi tersebut akan berhenti di generasi tertentu saja, dan pada akhirnya hanya menjadi kenangan masa lalu yang terputus dari peredaran sejarah.
Saat yang paling indah dari sebuah kapal adalah saat ditambatkan di sebuah dermaga. Dia cantik sekali bermandikan cahaya, tapi jangan pernah lupa kapal tidak pernah dibuat untuk ditambatkan di dermaga. Kapal dibuat untuk menghajar gelombang membelah lautan,demikian tulis Benazir Bhutto.
Dengan regenerasi, anggota-anggota baru yang memiliki integritas, berkompeten, berkualitas, berani mengambil tanggung jawab serta melatih kepemimpinan dibentuk untuk membawa organisasi ‘menghajar gelombang membelah lautan’.
Anggota organisasi yang memilih bertahan dalam situasi dan kondisi apapun yang dialami organisasi menjadi kunci agar organisasi tidak sekadar nama, struktur dan atribut, tetapi berdampak nyata serta membawa perubahan, baik bagi anggota yang hidup di dalamnya maupun bagi sesama dan lingkungan sekitarnya.
Musyawarah Umum Anggota (MUA) Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maybrat Daerah Istimewa Yogyakarta (IKPMM-DIY), berlangsung di Asrama Mahasiswa Papua di di Jalan Kusumunegara, Kamasan, Umbulharjo pada Sabtu, (26/07) merupakan langkah konkret untuk mewujudkan regenerasi kepemimpinan.
Selain itu, MUA menjadi ruang konsolidasi seluruh anggota untuk ‘kembali ke rumah’: berhenti sejenak, melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan organisasi untuk satu periode kepengurusan.
Hasil evaluasi akan menjadi pedoman dan catatan bagi kepengurusan selanjutnya. Keberhasilan kepengurusan sebelumnya berupaya dipertahankan, bila perlu ditingkatkan, sementara kekurangannya diperbaiki, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Sehingga kepengurusan berikutnya sebagai motor penggerak organisasi berjalan dengan semangat dan harapan baru.
Solid, Unggul, Adaptif
Menurut Yulianus Tarjo Duwit Heah, Ketua Panitia MUA, IKMPMM-DIY sejak terbentuk pada 2023, dalam perjalanannya pengurus tidak cukup aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang membawa kemajuan organisasi.
Karena itu, ia berharap pengurus selanjutnya dapat lebih aktif, sehingga organisasi ini menjadi lebih solid, unggul dan adaptif, sebagaimana maksud dari tema yang diangkat dalam MUA kali ini yaitu, “Mewujudkan Regenerasi Kepemimpinan IKPMM-DIY yang Solid, Unggul dan Adaptif.”
Tarjo berkata, IKPMM-DIY adalah ‘rumah’ bagi pelajar-mahasiswa asal Maybrat untuk lebih memperkuat solidaritas, kekeluargaan dan persaudaraan serta wadah belajar bertumbuh dan berkembang bersama.
Dengan demikian, kata dia, ketika setiap anggota saling mendukung, maka IKPMM-DIY akan mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul di bidangnya masing-masing, tanpa menjatuhkan, apalagi merendahkan yang lain.
Lebih lanjut, sebagai perantau ia menekankan agar setiap anggota mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda selama berada di Yogyakarta sehingga tidak terjadinya kesalahpahaman yang menimbulkan konflik akibat isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).
“Termasuk adaptif dengan kemajuan teknologi. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung kinerja organisasi. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak,” katanya.
Andreson Hojaf Salosa, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) IKPMM-DIY Periode 2023-2025 mengatakan, meskipun hampir 60 persen program kerja selama kepemimpinannya tidak terealisasi yang membuatnya sedikit pesimis, namun itu tidak mematahkan semangat untuk tetap melaksanakan MUA.
“Melalui MUA ini kita ingin mencari kader-kader terbaik yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. IKPMM-DIY adalah tanah yang subur, tempat bersemainya ‘bibit-bibit unggul’, generasi muda masa depan Papua, khususnya dari Kabupaten Maybrat,” kata Andreson.
Ruang Belajar
Alberti Rita Kocu, salah satu anggota mengungkapkan alasannya bergabung IKPMM-DIY yaitu hendak melatih dan meningkatkan kemampuan public speaking dan memperluas relasi, karena dengan itu, ia bisa belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang lain, begitu pun sebaliknya, pengetahuan serta pengalaman yang ia dapatkan dibagikan kepada yang lain.
Ia berharap, pemimpin yang baru beserta jajaran pengurus dapat memberikan yang terbaik untuk organisasi, berkolaborasi dengan organisasi/instansi lain serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung serta memfasilitasi kebutuhan, minat dan potensi anggota.
Salah seorang senior, Antonius Korain, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, selain untuk evaluasi dan melakukan pergantian pengurus, MUA menjadi ruang bagi anggota untuk belajar hal baru, seperti menjadi Master of Ceremony (MC), pimpinan sidang, dan sebagainya serta meningkatkan kemampuan menyusun argumen dalam menyampaikan pendapat saat berjalannya musyawarah.
Pada kesempatan yang sama ia juga mengingatkan kembali tujuan terbentuknya IKPMM-DIY yaitu untuk membentuk karakter pelajar-mahasiswa dari Kabupaten Maybrat yang ada di Yogyakarta agar tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga lebih berani, percaya diri, berpikir kritis, melatih kepemimpinan, dan mampu bekerja dalam tim.
“Siapa pun yang terpilih, dia adalah pemimpin kita semua. Harapan kita sama, agar organisasi ini menjadi lebih baik. Maka, setiap anggota perlu bekerja sama dan mendukung agenda-agenda atau kegiatan yang dilaksanakan pengurus ke depan,” tutup dia.





























