Pemda Lalai dan Ingkar Janji, Mahasiswa Raja Ampat di Yogyakarta Layangkan Protes

0
8
Kondisi Asrama Putri Raja Ampat di Yogyakarta yang mengalami kerusakan (Foto: Dokumentasi IPMARAM-DIY)

TEROPONG–Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Raja Ampat Daerah Istimewa Yogyakarta (IPMARAM-DIY) melayangkan protes keras dan merilis pernyataan sikap bersama pada 17 September 2026.

Mereka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Raja Ampat untuk menyelesaikan berbagai persoalan fasilitas yang terbengkalai dan segera merealisasikan jani menyediakan asrama permanen yang tak kunjung ditepati.

Kondisi para mahasiswa kini semakin memprihatinkan akibat kelalaian administratif Pemda.

Uang sewa asrama yang seharusnya dibayarkan per tahun setiap bulan Juni, hingga sekarang belum juga dibayar.

IPMARAM-DIY menegaskan dan menuntut langkah nyata agar pembayaran kedua asrama, baik putra maupun putri, segera dicairkan secepatnya tanpa ada penundaan lagi.

Ketika dikonfirmasi TEROPONG melalui WhatsApp pada 18 September 2026 pagi mengenai keterlambatan pembayaran ini, salah satu pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat Aplena Yulinda Moon menyatakan, “Pemda tetap akan selesaikan pembayaran kontrak asrama di bulan ini.”

Tidak hanya masalah biaya sewa, para mahasiswa pun dihadapkan pada fasilitas hunian yang tidak layak.

Asrama Putra yang berlokasi di Jalan Tohpati Nomor 43 Tamansiswa, pasokan air tidak menentu —kadang hanya lancar selama dua minggu lalu terhenti kembali secara berulang—akibat mesin pompa air yang bermasalah sehingga mereka mendesak adanya penggantian mesin pompa baru.

Selama ini, penghuni asrama terpaksa harus mengumpulkan iuran untuk melakukan perbaikan.

Selain itu, asrama ini membutuhkan penambahan kamar karena kapasitasnya sudah melebihi daya tampung.

Hanya memiliki 15 kamar untuk 30 orang yang tinggal di dalamnya membuat mereka terpaksa saling berdesakan bahkan harus tidur bergantian—yang lain bangun, baru sisanya baru tidur.

Sementara itu, untuk Asrama Putri yang terletak di Jalan Rara Mendut, Wirogunan, Mergangsan, kondisi beberapa kamar mengalami kerusakan yang perlu mendapat perhatian khusus untuk dibenahi demi menjamin kelayakan hunian.

Meskipun IPMARAM-DIY mengapresiasi dan berterima kasih atas adanya program beasiswa biaya perkuliahan, Pemda dinilai sudah sewajibnya memberikan pula dukungan tempat tinggal yang nyaman agar mahasiswa Raja Ampat di Yogyakarta dapat belajar secara optimal.