Jadwal Kuliah Diubah Sepihak Tanpa Pemberitahuan, Profesionalitas BAAK Diragukan; Mahasiswa Minta Evaluasi dan Berbenah

2
191
Foto: Ilustrasi/iStock

TEROPONG—Perubahan sepihak jadwal kuliah yang dilakukan Bagian Administrasi, Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) STPMD ‘APMD’ Yogyakarta tanpa konfirmasi kepada mahasiswa bersangkutan yang sudah mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) di akun Portal Akademik menimbulkan keraguan akan integritas dan profesionalitas pelayanan staf BAAK.

Beberapa mahasiswa menyampaikan kepada TEROPONG ketidakpuasan dan merasa tidak terima dengan kebijakan BAAK tanpa adanya pemberitahuan dan transparansi.

Sebab menurut mereka, ada pertimbangan-pertimbangan tertentu saat mengisi KRS, dan ketika tiba-tiba saja diubah, mereka merasa dirugikan dan itu sama halnya dengan tidak menghargai pilihan, keputusan serta merampas hak mereka sebagai mahasiswa.

Salah satunya mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Angkatan 2022 yang berinisial DK. Kejadian itu dialaminya pada tahun 2024 ketika semester IV.

Ia protes. Meski pada akhirnya, jadwal kuliah kembali sesuai dengan awal pengisian KRS, tapi itu ‘harus melalui proses administrasi yang ribet dan rumit’.

“Saya urus itu prosesnya panjang, harus  ke pengurus prodi, ke BAAK lagi dan lain-lain,” katanya.

Evaluasi dan Berbenah

Karena itu, kata dia, pihak BAAK perlu mengevaluasi dan berbenah diri agar ‘tidak semaunya mengubah jadwal’. 

DK menyampaikan, meskipun ini kelihatannya kecil dan sepele, namun ‘ini tidak bisa di normalisasi’. Menurutnya, mahasiswa mengisi KRS sudah memiliki pertimbangan terkait kebutuhan, waktu dan kegiatan-kegiatan lain.

DK berkata, kalau memang BAAK ujung-ujungnya mengubah lagi jadwal yang telah dipilih mahasiswa, lalu untuk apa meminta mahasiswa sendiri yang mengisi KRS.

“Mahasiswa diperkenankan mengisi sendiri, lalu diubah lagi, kan aneh. Kalau begitu, kenapa bukan dari pihak BAAK sendiri yang mengisi seperti halnya sistem paket pada semester I dan II?” tanya DK keheranan.

Ia berharap agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi pada angkatan-angkatan selanjutnya, maka ‘perlu ada pembenahan sistem,’ katanya pada 8 April.

Lebih lanjut DK mengatakan, kalau terjadi perubahan, ‘alasannya harus disampaikan dengan jelas’, misalnya karena kelas sudah penuh, supaya mahasiswa juga paham kenapa diubah.

Sementara itu, MB mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Angkatan 2023 mengatakan kepada TEROPONG pada 10 April awalnya ‘merasa kaget’ dengan perubahan yang terjadi saat mengisi KRS untuk semester III.

Ia menyampaikan, awalnya mengisi jadwal salah satu mata kuliah pada jam 10.00 WIB, tetapi tiba-tiba sudah berubah menjadi jam 07.30 WIB.  

Menurutnya, bila terjadi perubahan, ‘pihak BAAK perlu memberikan informasi dan memberitahukan kepada mahasiswa’.

Bila tidak ada pemberitahuan, mahasiswa bisa ‘salah masuk kelas’, karena mereka berpatokan pada jadwal KRS yang sudah diisi, tapi nyatanya sudah berubah yang mahasiswa itu sendiri tidak tahu.

MB berharap, agar tidak terjadi kejadian serupa ke depan, pihak BAAK, lebih baik atur supaya tutup saja kelas kalau memang sudah penuh.

Dengan begitu, otomatis mahasiswa sendiri yang akan mencari jadwal kelas lain yang belum full tanpa harus dari pihak BAAK yang mengubahnya.

Respon BAAK: Mahasiswa Harus Punya Inisiatif

Bayu, staf BAAK mengatakan, saat semester I dan II berlaku sistem paket, yaitu ‘mata kuliah dan dan jadwal kuliah diisi oleh pihak BAAK’. Di semester-semester selanjutnya, ‘mahasiswa sendiri yang mengisi melalui portal akademik’.

Namun menurutnya, persoalan sering terjadi karena ada mahasiswa yang terlambat mengisi KRS. Padahal, lanjut dia, ada kalender akademik yang berisi jadwal agenda kegiatan perkualiahan. “Ketika masa registrasi, ya registrasi. Ketika masa pengisian KRS, segera lakukan pengisian,” katanya saat dihubungi TEROPONG pada 14 April.  

Bayu berkata, ketika mahasiswa terlambat mengisi KRS, dan saat hendak mengisi kelas sudah penuh, pihak BAAK otomatis akan melakukan perubahan.

Karena itu, kata dia, ketika diawal pengisian KRS jadwal sudah keluar, dan saat mau masuk proses perkuliahan, mahasiswa perlu ‘cek kembali’, apakah jadwalnya masih sama atau sudah berubah.

Kalau memang ada perubahan, segera konsultasi kepada dosen pembimbing akademik masing-masing, lalu sampaikan ke BAAK agar dilakukan perbaikan dan pembaruan jadwal, lanjutnya.

“Kami siap memfasilitasi teman-teman mahasiswa agar tidak kesulitan dalam menjalani proses perkuliahan,” ungkapnya.

Terkait keluhan mahasiswa mengenai tidak adanya pemberitahuan terjadi perubahan jadwal kuliah, BAAK meminta agar mahasiswa inisiatif bertanya dan melakukan konfirmasi, baik itu melalui WhatsApp maupun datang langsung ke ruangan BAAK.

BAAK meminta, setiap mahasiswa ‘wajib’ menyimpan nomor WhatsApp BAAK, ‘sebab segala sesuatu informasi mengenai perkuliahan disampaikan melalui status’, sekaligus membantu komunikasi.

“Jika belum ada nomor BAAK, datang minta nomor. Begitu juga ketika mahasiswa ganti nomor, segera hubungi BAAK, agar tidak ketinggalan informasi. Nomor mahasiswa kami simpan dengan data yang ada. Mahasiswa harus aktif bergerak dan memiliki inisiatif,” ujar Bayu.

Laporan ini ditulis Iriwae Bingkayak

Editor: Vansianus Masir