IKB-PMPJ Korwil Yogyakarta–Solo Laksanakan Makrab Untuk Perkuat Solidaritas Mahasiswa

0
21
Peserta Makrab IKB-PMPJ Korwil Yogyakarta-Solo saat menyimak penyampaian materi (TEROPONG/Amandus Ningdana)

TEROPONG—Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya (IKB-PMPJ) Koordinator Wilayah Yogyakarta–Solo melaksanakan kegiatan Malam Keakraban (Makrab) sebagai upaya mempererat solidaritas sekaligus membekali anggota baru dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di tanah rantau.

Kegiatan yang diikuti 19 peserta tersebut berlangsung selama tiga hari dua malam, yaitu  pada 10–12 Juli 2026, di Jalan Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimeewah Yogyakarta.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, diskusi, ibadah, api unggun, serta berbagai agenda lainnya.

Materi yang diberikan meliputi sejarah dan profil IKB-PMPJ, materi kepemimpinan, manajemen waktu, manajemen keuangan, pengenalan lingkungan serta cara beradaptasi dengan kehidupan mahasiswa, khususnya di Kota Yogyakarta-Solo. Seluruh materi tersebut disampaikan secara bergantian oleh para pemateri sesuai bidangnya.

Ketua Panitia Makrab, Lin Komba, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar agenda tahunan organisasi, melainkan bagian dari proses membimbing mahasiswa baru agar lebih siap menghadapi kehidupan perkuliahan sekaligus memahami pentingnya organisasi daerah sebagai tempat belajar dan bertumbuh bersama.

“Tujuan utama Makrab ini adalah merangkul adik-adik pelajar ataupun mahasiswa agar mereka dapat mengenal organisasi, memahami bagaimana berproses di dalamnya, serta membangun karakter sebagai mahasiswa yang memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, organisasi, dan daerah asal. Organisasi daerah seperti IKB-PMPJ menjadi ruang belajar bersama, tempat berbagi pengalaman, sekaligus tempat saling menguatkan selama menjalani kehidupan di tanah rantau,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan mahasiswa di Yogyakarta memiliki tantangan yang berbeda dengan kehidupan di daerah asal. Oleh karena itu, mahasiswa baru perlu memiliki kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran untuk mengatur waktu antara kegiatan akademik, organisasi, maupun kehidupan sosial.

Sementara itu, Ketua IKB-PMPJ Korwil Yogyakarta–Solo, Stenly H. M. Logo,  menjelaskan bahwa MAKRAB merupakan bagian dari proses penerimaan anggota baru yang lazim dilakukan dalam organisasi mahasiswa. Namun, menurutnya, esensi kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses pengenalan organisasi, melainkan menjadi ruang pembinaan karakter serta penanaman nilai-nilai kebersamaan.

“Pada dasarnya, Makrab merupakan proses penerimaan anggota baru sebagaimana dilaksanakan oleh berbagai organisasi mahasiswa. Akan tetapi, yang paling penting bukan hanya penerimaannya, melainkan bagaimana peserta memperoleh bekal untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di tanah rantau. Karena itu, materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, seperti kepemimpinan, manajemen waktu, pengenalan lingkungan,dan nilai-nilai kebersamaan,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa Papua yang datang ke Yogyakarta maupun solo berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, organisasi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang yang mampu mempererat hubungan antarmahasiswa sehingga tercipta rasa saling memiliki sebagai satu keluarga besar.

Lebih lanjut, Stenly menilai bahwa kehidupan di tanah rantau akan terasa lebih ringan apabila dijalani dengan semangat persaudaraan, saling menghargai, dan saling membantu. Karena itu, Makrab diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang kuat di antara seluruh anggota organisasi.